Minggu, 25 Agustus 2013

PERANAN GURU DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN,,

Tindakan yang perlu dilakukan guru mungkin meliputi, memakai teknik pembelajaran yang inovatif, guru menyampaikan tujuan belajar, sebelum mulai pelajaran, guru memahami bahwa motivasi menentukan keberhasilan belajar anak, anak diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan bekerjasama, sarana dan prasarana belajar kondusif.Selain tindakan yang perlu dilakukan oleh guru, guru juga harus mempunyai, cara-cara belajar yang dapat memotivasi anak, antara lain meliputi kaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak dan tunjukkan manfaatnya untuk masa depan mereka, bantu anak membuat target dalam hidupnya, ciptakan hubungan yang hangat dengan anak, gunakan cara mengajar yang inovatif, serta bentuklah
kelompok-kelompok belajar.Serta dalam pembelajaran, guru pasti akan menemui anak yang malas belajar, sehingga sangat diharapkan seorang guru memiliki cara-cara untuk menghadapi anak yang malas belajar, cara tersebut bisa dengan berikan anak target jangka pendek yang sesuai dengan kemampuannya, bantu anak menuliskan target sendiri dan bantulah agar dia dapat mencapainya, jangan mengkritik anak, karena kritik akan menurunkan rasa percaya diri anak serta membuat jauh hubungan antara guru dan murid, lakukanlah konseling untuk mengetahui sebab malas belajarnya anak.
Penting bagi guru untuk memberikan tanggapan kepada anak dalam belajar. Hal tersebut dilakukan agar anak diharapkan semakin meningkat motivasi belajarnya. Tanggapan yang perlu dilakukan oleh guru mungkin seperti memberi pujian ketika anak telah selesai mengerjakan tugas, atau bantu anak ketika mereka mengalami masalah, tetapi lebih baik kita jangan langsung member jalan keluar, lebih baik kita pancing anak terlebih dahulu untuk menemukan
jalan keluar sendiri.
Dengan uraian yang telah disebutkan diatas, diharapkan guru dalam pembelajaran semakin mengerti bagaimana keadaan pribadi setiap anak didiknya, sehingga guru tahu mana anak yang malas belajar, serta anak yang semangat belajar. Serta dalam menyelesaikannya guru dapat menggunakan atau mengaplikasikan dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan anak, selama dalam mekukannya guru tidak memaksa anak. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.
Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga mereka mau belajar.

            Beberapa faktor  yang dapat menjadi penyebab perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing siswa, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
              1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan
mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
              2. Hadiah
Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
              3. Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
              4. Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
              5. Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
               6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.
               7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik
               8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
               9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan
              10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif YNTP for research and Development Kabupaten Sumbawa Barat – NTB (Tode Dasan, Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, KSB)

Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.
• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.                                                
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mngkin melakukan aktivitas belajar.


Empat hal yang dapat dikerjakan guru dalam memberikan motivasi adalah sebagai   berikut (Dr Hamzah B.Uno :23):,
 (1)membangkitkan dorongan siswa untuk belajar(2) menjelaskan secara konkret, apa yang dapat dilakukan pada akhir pengjaran  (3) memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai hingga dapat merangsang pencapaian prestasi yang lebih baik dikemudian hari (4) membentuk kebiasaan belajar yang baik.
(http://sobatbaru.blogspot.com/2008/10/pengertian-motivasi.html. KENZ  http://blog.kenz.or.id  http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/18/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa/  http://www.oocities.org/usrafidi/motivasi.html#1  http://windanoviap.blog.com/2012/01/08/teori-motivasiisi-dan-proses/  http://sobatbaru.blogspot.com/2008/10/pengertian-motivasi.html  KENZ  http://blog.kenz.or.id  http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/18/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa/  http://supriyadihs.blogspot.com/2010/02/-motivasi.html   http://alumnifatek.forumotion.com/t595-teori-motivasi,